Minggu, 06 Februari 2011

Kisah Nyata Cinta Seorang Anak

Diposting oleh Ayoe Ritma di Minggu, Februari 06, 2011
Seorang janda miskin Siu Lan punya anak umur 7 thn bernama Lie Mei. Kemiskinan membuat Lie Mei harus membantu ibunya berjual kue dipasar, karena miskin Lie Mei tidak pernah bermanja-manja kepada ibunya. Pada suatu musim dingin saat selesai bikin kue, Siu Lan melihat keranjang kuenya sudah rusak dan Siu Lan berpesan pada Lie Mei untuk nunggu dirumah karena ia akan membeli keranjang baru.

Saat pulang Siu Lan tidak menemukan Lie Mei dirumah. Siu Lan langsung sangat marah. Putrinya benar-benar tidak tau diri, hidup susah tapi masih juga pergi main-main, padahal tadi sudah dipesan agar menunggu rumah. Akhirnya Siu Lan pergi sendiri menjual kue dan sebagai hukuman pintu rumahnya dikunci dari luar agar Lie Mei tidak dapat masuk. Putrinya mesti diberi pelajaran, pikirnya geram.

Sepulang dari jual kue Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itu tergeletak didepan pintu. Siu Lan berlari memeluk Lie Mei yang membeku dan sudah tidak bernyawa. Jeritan Siu Lan memecah kebekuan salju saat itu. Ia menangis meraung2, tetapi Lie Mei tetap tidak bergerak. Dengan segera Siu Lan membopong Lie Mei masuk kerumah. Siu Lan mengguncang2 tubuh beku putri kecilnya sambil meneriakkan nama Lie Mei. Tiba2 sebuah bingkisan kecil jatuh dari tangan Lie Mei. Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu dan membuka isinya. Isinya sebuah biskuit kecil yg dibungkus kertas usang dan tulisan kecil yang ada dikertas adalah tulisan Lie Mei yang berantakan tp dpt dibaca, “Mama pasti lupa, ini hari istimewa bagi mama, aku membelikan biskuit kecil ini untuk hadiah, uangku tidak cukup untuk membeli biskuit yang besar… Mama selamat ulang tahun”.

KISAH NYATA ini dimuat di harian Xia Wen Pao-Cina, thn 2007 (Negative thinking, dapat menyebabkan penyesalan seumur hidup…. Think Positive ) Berpikirlah dengan bijak sebelum bertindak, penyesalan kemudian tak ada gunanya.
Kisah ini sengaja saya posting semoga berguna bagi sahabat blog semua.

12 komentar on "Kisah Nyata Cinta Seorang Anak"

Henny Yarica on Minggu, 06 Februari, 2011 mengatakan...

hiks..sedih bener ceritanya. saya juga pernah baca kisah yang lain tentang kekejaman orang tua pada anak, padahal mereka cuma lalai dalam hal kecil. itupun tanpa mereka sadari. semoga nantinya kita bisa menjadi orangtua yang bijak agar terhindar dari hal-hal seperti ini

Ritma on Senin, 07 Februari, 2011 mengatakan...

amiiin... iya mbak,mudah-mudah kita bisa menjadi orang tua yang bijak dalam menghadapi tingkah anak-anak.. btw makasih buat kunjungannya.. salam kenal ea...(^_^)

narti on Senin, 07 Februari, 2011 mengatakan...

pernah membacanya, tapi tetep sedih baca ulang.
yups, menyesal mesti belakangan...
jadi belajar banyak untuk jadi orang tua yang baik nih.
TFS :)

sda on Senin, 07 Februari, 2011 mengatakan...

i love you ibu...
jadi inget ibu...

semoga semua ini menjadi pelajaran buat kita semua.

chikarei on Senin, 07 Februari, 2011 mengatakan...

sedih banget euy ceritanya
penyesalan memang datangnya terlambat >.<

annie on Senin, 07 Februari, 2011 mengatakan...

sungguh mengenaskan ... karenanya kita harus terbiasa berhusnudzon (baik sangka) terlebih kepada anak sendiri, agar tak ada penyesalan.
Nice post. Mulau ngeblog lagi nih? lanjutkan!! hehe

Meutia Halida Khairani on Senin, 07 Februari, 2011 mengatakan...

hiks, jadi terharu. tu ibu-ibu jg kenapaa anaknya dikunci. udah tau diluar dingin.. Mama saya ngga akan se-tega itu deh.

kakve_santi on Senin, 07 Februari, 2011 mengatakan...

mnyentuh sangat menyentuh!

Ritma on Selasa, 08 Februari, 2011 mengatakan...

@Narti: iya cerita yang sangat penuh dengan makna..gak bosen buat dibaca.
@sda:amiiin.. pelajaran yang berarti sekali... (^_^)
@Chikarei: semoga cerita ini bermakna buat kita.. biar menjadi lebih bijak dalam memutuskan sesuatu.
@Annie: iya bu lagi kangen nich ngeblog hehehe mudah-mudahan bertahan kangennya...(^_^)

ritma on Selasa, 08 Februari, 2011 mengatakan...

@Mutia+kakve: iya mbak...mungkin karna emosi kali yach... heheh
@all: makasih yach buat kunjungannya...

Awaluddin Jamal on Rabu, 09 Februari, 2011 mengatakan...

kalau di depan bukan penyesalan namanya.. :D

setuju, berpikir sebelum bertindak itu yg terbaik..

rahmatea on Senin, 21 Februari, 2011 mengatakan...

wah.....lama ga berkunjung ke sini...saya juga posting materi yang sama he..he..

salam....

Posting Komentar

Terimakasih buat sahabat dah mau mampir di rumahku... (^_^)

 

Persahabatan Latansa Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal